Pages

Subscribe:

Minggu, 13 Februari 2011

PIDATO MILAD EL-RASUL

الْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِ بْن
عَبْدِ اللهِ أَمَّا بَعْدَهُ
Selamat pagi ibu guru dan teman – temanku yang saya sayangi pertama tama marilah kita panjatkan Puji syukur kepada Allah dan doa salawaat serta doa keselamatan kepada rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah.pada kesempatan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang Hari kelahiran rosul kita nabi Muhammad SAW yang biasa disebut maulud nabi.
Sejara Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Nabi Muhammad SAW ia lahir di Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M. Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah[, meninggal dalam perjalanan dagang di Yatsrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.[
Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana. Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya disekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Libanon dan Palestina).
Hampir semua ahli hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan Rabiulawal, kendati mereka berbeda pendapat tentang tanggalnya. Di kalangan Syi'ah, sesuai dengan arahan para Imam yang merupakan keturunan langsung Muhammad, menyatakan bahwa ia lahir pada hari Jumat, 17 Rabiulawal; sedangkan kalangan Sunni percaya bahwa ia lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal atau (2 Agustus 570M). Maulid Nabi Muhammad Saw. dijadikan hari besar di negara kita, yang berarti adalah hari libur nasional.
Di tahun 2011 ini, tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H jatuh pada hari RABU ,tanggal 23 Februari.
Maulid Nabi saw kita rayakan tiap tahun.
Kita secara rutin melaksanakannya, baik di masjid, sekolah, maupun perkantoran.
Perayaan semacam ini menjadi tidak akan bermakna jika kita menganggap Maulid Nabi saw hanya sebatas acara seremonial atau rutinitas belaka.
Inti dari perayaan Maulid Nabi saw bukan hanya kegembiraan atas kehadiran beliau dalam sejarah, tapi yang lebih penting dari semua itu adalah meneruskan perjuangan dan cita-cita beliau.
Seperti pembelaan atas kaum lemah dan papa, pembebasan kaum tertindas, dan penegakkan keadilan.
Maulid kita jadikan ajang introspeksi, bukan ajang menghibur diri. Kita introspeksi apa yang salah dengan sikap dan perilaku kita yang tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad saw. Inilah makna hakiki dari Maulid Nabi Muhammad saw.
Dengan Maulid Nabi Muhammad saw kita telaah kembali cerita sukses dakwah beliau di di tengah masyarakat gurun pasir, kita cari faktor-faktor pendukungnya untuk kita ejawantahkan di era modern ini.
Nabi Muhammad saw berhasil merubah budaya masyarakat Arab dari persaudaraan yang dibangun di atas prinsip kesukuan menjadi persaudaraan yang dibangun atas keimanan.
Sejak saat itulah, jazirah Arabia dilirik oleh kekuatan besar (Romawi dan Persia), bahkan setelah wafatnya Nabi saw, umat Islam berhasil mengalahkan dua emperium adidaya ini dan menjadi penguasa dunia serta menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan.
Mari kita jadikan Rabiul Awwal dan Maulid Nabi Muhammad saw sebagai sarana untuk menanamkan pribadi Nabi Muhammad saw dalam diri kita.
Yang saya sampaikan tadi sesuai dengan firman allah yg bunyinya:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ
“Sesungguh orang2 yg beriman adl bersaudara.”
Sekian ceramah saya pada hari ini ,semoga bermanfaat bagi semua amba allah yang ada di sini saya akhiri wabillahitaufikwalhidayat waridhowainayah assalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar