Pages

Subscribe:

Senin, 16 Juni 2014

Puisiku

SUATU SAAT NANTI

Mungkin sekarang, 
Aku bisa membenci
Aku bisa mencaci
Kepada waktu yang tak memberi
Kepada kesempatan yang menyalahi janji
Yang seolah selalu menghalangi 
Kepada diriku
Yang ingin bertemu kekasih

Namun..
Ah, biarlah itu berlalu
Kenapa aku harus benci?
Kenapa aku harus mencaci?
Perlahan kusadari
Semua takkan pernah ada arti

Aku berjanji,
Suatu saat nanti
Saat waktu mulai memberi
Saat kesempatan tak lagi ingkar janji
Aku kan berlari, dan terus berlari
Mengejar mimpi-mimpi 
Mencarimu,
Menemukanmu, 
Mendekatimu,
Hingga aku Berdiri
Tepat dihadapanmu

Suatu saat nanti..
Kan ku raih tanganmu
Kan ku dekap erat tubuhmu
Kan ku tatap matamu
Kan ku lihati paras ayumu

Meski mulut ini membisu
Meski lidah ini terasa kelu
Ku ingin engkau tahu
Merasakan..
Getaran dalam jiwa
Aliran dalam darah
Rindu ini untukmu cinta

Saat air matamu berlinang
Berderai, luruh berjatuhan
Akan aku usap 
Dengan belai dan kasih sayang

Suatu saat nanti..
Mata kan mulai melihat terang
Mulut kan berkata apa adanya
Hati juga tak kan berdusta
Tangan tak bisa membantu
Kaki tak bisa berlari
Wajah pun tak bisa berpaling

Di saat kesempatan itu 
Aku ingin mengucap
Aku ingin kau mendengar
Maukah kau jadi milikku?
Satu untuk selamanya
dan takkan pernah terpisah