Pages

Subscribe:

Sabtu, 11 Agustus 2012

RAMADHAN MUBARRAK

Marhaban Yaa Syahru Ramadhan Yaa Syahru Shiyam, begitulah seruan seluruh warga MI. Sunan Kalijogo dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun 1433 H ini. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim sedunia. 
Ramadhan tahun ini jatuh tanggal 21 September 2012, tak ayal setelah hari efektif selama lebih kurang sepuluh hari di awal tahun  ajaran 2012-2013, siswa-siswi dihadapkan dengan libur awal puasa (19-25/7). Dengan adanya libur awal puasa siswa siswa-siswi MI. Sunan Kalijogo diharapkan dapat beradaptasi dengan rangkaian aktifitas yang ada di bulan Ramadhan namun tetap dalam kondisi berpuasa.
Pada pembukaan Ramadhan, salah seorang guru yang diberi wewenang dalam membuka kegiatan oleh kepala madrasah memaparkan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi "Barangsiapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan (karena iman dan Allah), maka diharamkan jasadnya masuk ke dalam api neraka". Maka dari itu tekad siswa-siswi MI. Sunan Kalijogo yakni Ramadhan yang kali ini harus benar-benar dimanfaatkan, jika tahun kemarin masih banyak kekurangan, semoga di Ramadhan kali ini bisa memperbaikinya dan menjadikannya lebih dari tahun kemarin dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.
Selama bulan Ramadhan, siswa-siswi dianjurkan mengenakan pakaian busana muslim. Tampak dari mereka wajah cantik nan rupawan penuh keceriaan dibalut dengan busana tersebut mengantarkan jiwa mereka menjadi generasi bangsa yang islami. Sementara rutinitas kegiatan belajar mengajar pun disesuaikan dengan nilai-nilai agama.
Beberapa rutinitas siswa-siswi MI. Sunan Kalijogo selama bulan Ramadhan diantaranya ialah; Sholat Dluha, Tadaraus al-Qur’an, hafalan do’a-do’a seputar bulan Ramadhan, menonton bareng tayangan islami, membuat ringkasan, buka bersama, hingga lomba patrol yang menjadi agenda wajib setiap tahunnya.
Diawali dengan sholat Dluha, siswa-siswi yang di bekali wudlu dari rumah segera berkumpul di Musholla guna melaksanakan sholat Dluha bersama yang kemudian disusul dengan tadarus al-Qur’an dan hafalan do’a harian seputar bulan Ramadhan. Adapun menonton bareng tayangan islami dilaksanakan seminggu dua kali, diantara tayangan tersebut yakni kisah tentang kekuasaan Allah pada ikan lumba-lumba yang memiliki kemampuan yang sangat canggih sehingga dijadikan beberapa ilmuan sebagai inspirasi dalam perkembangan teknologi pada zaman ini. Ada juga kisah Alqoma yang lebih mengutamakan istrinya dibanding ibunya dan membuatnya marah sehingga Allah mengutuknya merasa kesakitan saat ajal menjemputnya. Kisah nabi Nuh, cerita singkat dan nasyid-nasyid islami menutup kegiatan menonton bareng ini. Setelah menonton, siswa-siswi ditugaskan untuk membuat ringkasan guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami isi suatu cerita dalam bentuk dialog dengan visualisasinya. 
Untuk menutup kegiatan Ramadhan, MI. Sunan Kalijogo mengadakan buka bersama dan lomba patrol pada Jum’at tanggal 10 Agustus 2012. Acara dimulai pada pukul 16.30 WIB yang diawali dengan tadarus al-Qur’an. Tepat 60 menit setelah tadarus, anak-anak dipersilahkan mengambil air wudlu sebagai persiapan sholat Maghrib dan diberikan minuman dan satu buah untuk takjil sebelum pelaksanaan sholat. Siswa-siswi berbuka di kelas masing-masing dengan menu spesial mereka ayam krispi yang menjadikan mereka lebih nikmat menyantap hidangan buka puasa tersebut. 
Adapun lomba patrol dilaksanakan seusai sholat tarawih berjamaah. Para peserta yang bersal dari kolaborasi kelas 4 hingga 6 dengan persiapan mereka menampilkan kreatifitas mereka dengan penuh semangatnya, yang menjadikan penonton yang menyaksikan kegiatan tersebut terpukau sehingga memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Tampak wajah berseri-seri dan bangga di raut muka bapak-ibu wali murid yang melihat anaknya tampil di acara tersebut.
Pemenang lomba patrol pada edisi Ramadhan 1433 H kali ini diambil dari tiga peserta terbaik yakni; Juara 1 diraih kelompok IV yang diketuai oleh Amelia Puspita Sari, Juara 2 diraih kelompok III yang diketuai oleh Shelfi Ariestafika, dan Juara 3 diraih kelompok V dengan M. Katon Maulana sebagai ketuanya. Masing-masing mendapatkan hadiah satu kantung uang dengan nilai nominal yang cukup menggiurkan.
Semoga kemeriahan Ramadhan yang diisi dengan hal-hal positif ini bisa menjadikan amalan ibadah yang diterima disisi Allah SWT, dan juga kita dijadikan orang-orang yang mendapatkan nikmat dan rahmat, bukan orang-orang yang dimurkai ataupun yang sesat. Amin. (Red)

Sabtu, 25 Februari 2012

Bukan Sekedar Maulid Biasa

Pagi itu Senin tanggal 7 Pebruari 2012 atau 13 Rabi’ul Awal 1433 H, seluruh siswa-siswi Madrasah Ibtida’iyah Sunan Kalijogo tampak lebih bersemangat dari hari-hari sebelumnya. Semua mengenakan busana muslim rapi dan mempesona, sehingga nampak di wajah mereka rasa keceriaan dan kebahagiaan yang amat luar biasa.
Ya, pada hari itu bertepatan dengan hari kelahiran atau maulid seorang tokoh nomor satu di dunia, yang mana seluruh ajarannya tersebar ke seluruh penjuru dunia dan sangat berpengaruh pada nilai-nilai kehidupan manusia di alam semesta ini, dan juga risalah-risalahnya yang selalu diamalkan oleh pengikutnya, orang tersebut adalah Baginda Nabi Muhammad SAW.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, di hari itu Lembaga Pendidikan Ma’arif NU MI. Sunan Kalijogo mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun yang membedakannya, di hari itu seluruh rangkaian acara diserahkan sepenuhnya kepada siswa-siswi. Ada yang bertugas sebagai pembawa acara, pembaca ayat-ayat suci al-Qur’an, pemimpin bacaan shalawat diba’, dan lain sebagainya. Dan juga, acara tersebut sekaligus merupakan acara perpisahan antara keluarga besar MI. Sunan Kalijogo dengan teman-teman KKN dari Universitas Surabaya, yang mana mereka telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa-siswi MI. Sunan Kalijogo selama hampir sebulan penuh.
Dalam acara tersebut, susunan acara dibawakan oleh Zaza Nur Fadillah (kelas VI) dan Moh. Iman Nurdin (kelas V), kekompakan mereka dalam memandu acara, membuat suasana peringatan maulid nabi tersebut semakin hidup. Adapun pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an dibawakan oleh Wiwid Mazidatul Ilmia (kelas VI) bersama M. Rizki Ansori (kelas V) selaku pembaca sari tilawah, tak kalah dengan yang lainnya mereka membawakannya dengan penuh penghayatan sehingga membuat semua hadirin yang berada di situ terhanyut dalam memahami isi bacaan ayat-ayat suci al-Qur’an.
Di dalam acara tersebut juga, Bapak Achmad Syamsuddin, S.Pd selaku kepala madrasah memberikan sambutan bahwasannya, sejarah perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Nabi Muhammad SAW, lahir di tahun Gajah. Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal dalam perjalanan dagang di Yatsrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah mengajaknya ke Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana. Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, Abdul Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, beliau dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah beliau diminta menggembala kambing-kambingnya disekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Libanon dan Palestina). Walapun dalam ke hidupannya yang sangat berat, namun hal itulah yang membuat beliau lebih bertanggungjawab dalam mengarungi hidup, dan juga ada pada diri Nabi Muhammad itu uswatun hasanah (suri tauladan yang baik), baik dalam tutur kata maupun perilaku Nabi Muhammad SAW. Untuk itu beliau berpesan kepada seluruh siswa agar berperilaku sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Apabila semuanya dapat melakukannya, insya Allah akan tercipta kehidupan yang aman, tentram, rukun, dan damai di lingkungan kita semua.
Puncak acara yakni pembacaan shalawat, yang merupakan acara yang paling dinanti-nantikan oleh semua hadirin. Semua yang hadir di situ sangat antusias dalam melantunkan shalawat kepada junjungan mereka Nabi Muhammad SAW. Perpaduan antara lantunan shalawat dan irama musik, membuat acara semakin syahdu. Ditambah lagi, setelah do’a, di penghujung acara diumumkannya pemenang try out Kelas VI MI. Sunan Kalijogo edisi “UNAIR TRY OUT”, yang diselenggarakan oleh teman-teman KKN dari Universitas Airlangga Surabaya. Juara I diraih oleh Muhammad Andhika Firmansyah, Juara II diraih oleh Muhammad Muhaimin dan juara III diraih oleh Fitri Anasari. Masing-masing mendapatkan hadiah menarik dari teman-teman KKN. ”Maulid nabi kali ini bukanlah sekedar maulid biasa”, celetuk salah satu guru MI. Sunan Kalijogo seusai acara. (red)